Sifat Orang Dalam Menghadapi Konflik

Setiap orang menghadapi konflik dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan sifatnya. Bila Anda sudah mengenali cara Anda dan pasangan Anda merespon konflik, Anda bisa memperkirakan bagaimana argumen antara Anda dan pasangan akan berlangsung. Berikut ini adalah sifat orang dalam menghadapi konflik.

  1. Subtle subversive
    Orang dengan sifat ini cenderung akan menghindari konfrontasi dan mengungkapkan rasa tidak suka mereka secara samar. Mereka biasanya memendam masalah sampai rasa tidak suka telah melewati batasnya dan konflik pun pecah. Bila pasangan Anda memiliki sifat ini, Anda harus jeli mengenali cara pasangan Anda mengungkapkan perasaannya.
  2. High level attacker
    konflik rumah tanggaBiasanya orang dengan sifat ini sangat vokal dan sering mendominasi argumen. Bila pasangan Anda memiliki sifat ini, Anda harus siap untuk bersabar saat mengungkapkan perasaan Anda mengenai suatu hal yang bisa berakibat pada konflik
  3. Pre-emptive striker
    Tidak menyukai konflik yang berlebihan dan cenderung memiliki pribadi yang sensitif dan defensif. Bila pasangan Anda memiliki sifat ini, Anda harus lebih berhati-hati mengungkapkan perasaan Anda agar konflik tidak menjadi semakin besar
  4. Shock absorber
    Takut akan argumen dan menolak terlibat dalam konflik, tapi menyembunyikan rasa tidak suka dan kecewanya di dalam hati. Bila pasangan Anda memiliki sifat ini, Anda harus jeli melihat apakah pasangan Anda benar-benar telah setuju dengan solusi yang Anda sarankan dan apakah dia menyembunyikan rasa tidak setujunya
  5. Peace-seeking missive
    Tidak menyukai konflik dan berusaha untuk menyelesaikan konflik sesegera mungkin. Sayangnya, usaha untuk mempercepat penyelesaian konflik seringkali membuat dia jadi tidak fokus pada usaha untuk mencari dan menyelesaikan masalah yang jadi penyebab konflik. Bila pasangan Anda memiliki sifat ini, Anda bisa mengajak pasangan Anda untuk tidak terburu-buru demi mendapatkan solusi yang terbaik.

Dengan memahami dan mengenal sifat-sifat tersebut diatas makan kita akan lebih dewasa dalam mengambil sikap terhadap suatu konflik, sehingga dengan begitu akan membuat sebuah hubungan keluarga harmonis.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.