Jus Buavita, Teman di Kala Lapar

Jus Buavita

Jus Buavita

Biasanya seseorang akan segera mencari makanan, snack, kacang, permen, atau biskuit lain yang sejenis untuk dijadikan kudapan dan camilan ketika bekerja atau di waktu-waktu senggang antara makan pagi dan siang, serta antara makan siang dan malam. Padahal camilan yang dimakannya itu belum tentu mengenyangkan, tetapi penuh kalori yang cukup untuk menaikkan berat badan. Kenapa sih jus Buavita jadi pilihan kudapan selingan yang tepat untuk siapa saja? berikut jawabannya.

Jadi, sembari bekerja, tangan pun memasukkan camilan yang ada ke dalam mulut dan menjadi kalori yang tak terpakai di tubuh. Karena tak mengenyangkan, mulutpun terus mengunyah dan melahap camilan yang ada. Secara matematis, kalori yang masuk akan menaikkan cadangan makanan dalam tubuh, namun setelah itu orang tersebut akan makan lagi (baik untuk makan siang atau malam) dan menyebabkan kalori tak terbakar, malah bertumpuk dalam tubuh. Hal inilah yang harus dihindari dengan menjadikan jus Buavita sebagai selingan di kala lapar karena minuman yang satu ini memberi kalori yang cukup untuk dibakar sampai ketika waktu makan tiba dan memberi rasa kenyang, sehingga seseorang tidak terus menerus makan dan mencari camilan.

Proses UHT Tanpa Pengawet

Kelebihan Buavita sebagai jus dalam kemasan adalah proses pembuatannya yang melalui proses UHT, yaitu pemanasan tinggi sari buah untuk mematikan bakteri yang ada tanpa menghilangkan zat-zat penting yang ada di dalamnya. Selain itu, sari buah yang dijadikan jus pun sudah teruji dan terjamin kualitasnya, murni tanpa tambahan gula ataupun bahan pengawet.

You may also like...