Sekilas Tentang Tepung Terigu

Hampir setiap hari kita menjumpai beragam makanan yang berbahan dasar dari terigu, seperti gorengan, roti, biskuit, cake, martabak, keripik dan masih banyak yang lainnya. Penggunaan terigu dalam penyajian hidangan makanan layaknya kebutuhan pokok yang tidak bisa digantikan penggunaannya. Maka tak heran jika dipasaran terdapat berbagai macam terigu dengan merk, jenis dan harga yang berbeda.

 

terigu

terigu

Tepung terigu sendiri berasal dari gandum dan telah melalui serangkaian proses produksi sehingga dihasilkan tepung yang seperti saat ini banyak dijual. Secara garis besar, proses pembuatan terigu diawali dengan pemilihan biji gandum yang berkualitas, kemudian dilakukan pencucian agar biji gandum bebas dari kotoran, debu, kerikil, dan pengotor lainnya. Selanjutnya dilakukan proses dampening atau penambahan air pada biji gandum tersebut agar memiliki kadar air yang diinginkan. Setelah air meresap semua ke dalam biji gandum, selanjutnya dilakukan proses penggilingan. Proses penggilingan ini meliputi beberapa tahap hingga akhirnya terbentuk tepung yang siap dipasarkan.

 

Tepung terigu yang sudah terbentuk tidak dapat langsung dikemas dan dipasarkan, karena harus melalui serangkaian uji dan pemeriksaan laboratorium seperti kandungan gizi, kadar air, kadar protein, kadar abu, derajat kehalusan, serta pemeriksaan mikrobiologi untuk memastikan bahwa terigu yang dihasilkan bebas dari mikroorganisme. Terigu yang berkualitas harus memiliki kadar protein yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan yaitu sekitar 6% samapai 8%. Tergantung jenis terigu yang dibuat.

 

 

 

You may also like...