Mengatur Pola Keuangan Keluarga

Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami keluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumahtangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Manajemen keuangan adalah hal yang tidak kalah penting dalam sebuah keluarga. Bila tidak pandai-pandai mengaturnya maka berapapun pemasukan yang didapatkan akan tidak pernah cukup untuk kehidupan keluarga selama sebulan penuh. Berikut ini adalah cara mengatur pola keuangan keluarga agar mencukupi kebutuhan hidup seluruh anggota keluarga.

  • Mulailah dengan membuat rencana pemasukan dan pengeluaran. Catatlah berapa pemasukan yang diterima selama satu bulan penuh.
  • Sebelum mulai mencatat rencana pengeluaran, mulailah dengan pembayaran zakat atau pajak penghasilan. Setelah itu dahulukan untuk membayar hutang yang ada. Jangan pernah menunda untuk membayar hutang ke bank atau badan keuangan lainnya.
  • Sisihkan 10% dari total penghasilan untuk tabungan. Hal ini harus dilakukan sebelum membelanjakan penghasilan untuk hal-hal lain. Bila menunggu sampai akhir bulan utuk menabung sisa uang yang ada maka dapat dipastikan bahwa tidak akan ada uang yang tersisa.
  • Setelah itu baru buatlah daftar perkiraan pengeluaran selama sebulan penuh. Mulailah dengan pengeluaran bulanan yang sudah pasti seperti pembayaran listrik, air, gas, dan SPP anak perbulan.
  • Catat juga rencana pengeluaran sehari-hari misalnya untuk belanja bulanan, keperluan makan dan lain-lain. Jangan lupa sisihkan sebagian untuk hal-hal tidak terduga.

Setelah selesai membuat rencana pengeluaran, jangan lupa untuk mencatat setiap pengeluaran yang ada. Bandingkan antara rencana pengeluaran dan kenyataan sebagai bahan evaluasi kedepannya, sehingga tidak ada ketimpangan antara pemasukan dan pengeluaran. Selama ini ada sebuah anggapan yang beredar di masyarakat yang mengatakan bahwa semua uang suami adalah uang istri namun uang istri adalah tetap miliknya.

pola keuangan keluarga

Mengatur Pola Keuangan Keluarga

Dalam urusan keuangan rumah tangga, Islam mengakui serta menghormati kepemilikan harta seorang wanita. Jadi, harta yang dimiliki oleh seorang wanita tidak boleh dicampuri oleh suaminya. Yang dimaksud disini adalah harta yang memang dia miliki sebelum menikah, harta warisan dari orangtuanya, mahar atau mas kawin yang diberikan oleh suaminya serta hadiah yang telah diberikan oleh seorang suami kepada suaminya. Semua hal tersebut tidak boleh diminta oleh suami dan diakui sebagai aset bersama. Dan bagi para suami, mereka tidak boleh meminta dari istri. Namun ketika diberi, mereka tidak boleh menolak.

Sedangkan harta yang diusahakan bersama dan ada setelah pernikahan, termasuk dalam harta milik bersama. Contohnya, saat suami istri membangun dan membesarkan sebuah usaha, maka harta tersebut adalah milik bersama. Untuk suami, mereka harus tetap menafkahi istri dan anaknya sesuai dengan kondisi dan kemampuannya serta kebutuhan istri dan anak-anaknya karena hal tersebut telah menjadi kewajiban mereka. Namun hal tersebut tidak berarti bahwa semua harta maupun penghasilan suami harus menjadi hak istrinya. Dengan mengatur pola keuangan yang benar maka insya Allah keluarga anda dapat menjadi keluarga harmonis.

You may also like...