Tahapan dalam membangun keluarga bahagia

Tahapan dalam membangun keluarga bahagia – Allah swt telah membuat manusia dengan berpasang – pasang antara laki – laki dan perempuan. Ketika rasulullah SAW berusia 25 tahun, beliau menikah dengan seorang perempuan yang kaya raya dengan melakukan bisnis berdagang. Ketika rasulullah saw telah melakukannya maka bagi pengikutnya itu menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa nikah itu sebagian dari iman serta barang siapa yang melakukan sunnahku maka mereka termasuk umatku. Menikah tentu ini menjadi sebuah keharusan baik untuk laki –laki ataupun perempuan karena menikah adalah sebuah ibadah ketika di niatan dengan baik. Menikah ini akan membuat sebuah keluarga baru antara 2 keluarga yang tentunya mengharapkan menjadi keluarga bahagia.

Tahapan dalam membangun keluarga bahagia

Rasulullah SAW sebagai tauladan kita yaitu umat islam khususnya telah memberikan contoh dalam membentuk keluarga bahagia baik di dunia ataupun di akhirat. Makanya menjadi sebuah kewajiban bagi umat manusia diantaranya umat islam untuk selalu memegang teguh al – qur’an dan asunnah. Baik dalam membentuk keluarga ataupun dalam ibadah yang lainnya.

baca juga : Cara merawat bayi baru lahir

Dalam membentuk keluarga tersebut mempunyai 3 tahapan yang harus dilaksanakan dan di tentukan oleh setiap orang jika mau membentuk suatu keluarga di antaranya adalah sebagai berikut :

Pertama pra menikah

Fase pra menikah di anggap penting dan penentu ketika akan membuat sebuah keluarga. Dikarnakan dalam fase ini bagi seorang laki – laki ataupun perempuan akan memilih pasangan yang dianggap cocok dan baik. Penentuan pasangan yang baik harus tentu jangan dioutuskan oleh makhluk saja namun tentunya harus ada bantuan dari ALLAH SWT sebagai pencipta dan yang bisa menentukan mana yang baik untuk kita semua.

Kedua fase akad atau pernikahan

Fase ini merupakan hari kebahagian bagi setiap pasangan calon pengantin. Namun dalam fase ini diharapkan dalam pemakaian pakaian yang digunakan jangan lah berlebihan apalgi sampai membuka aurat yang telah terjaga hanya terhapus oleh satu itu saja. Tetap harus menjaga aurat dalam pemakaian pakaiannya

Ketiga fase pasca menikah

Setelah menentukan pasangan dan membuat perjanjian dengan akad makan fase ini adalah penguat dalam menjalin sebuah keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Dengan saling mengingatkan satu sama lainnya dalam beribadah kepada ALLAH SWT.

You may also like...