Dr Sugeng Heri Suseno, Siap Wujudkan Kemandirian Minyak Ikan Nasional

Dr Sugeng Heri Suseno adalah dosen Departemen Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB yang menyandang predikat Dosen Berprestasi ke 2 IPB tahun 2015. Komitmennya yang kuat untuk mewujudkan kemandirian minyak ikan nasional, ia wujudkan ketika mendapat kesempatan untuk menjadi Dosen Berprestasi di IPB. Di hadapan juri yang sebagian besar merupakan para Guru Besar IPB, ia mempresentasikan alasannya terkait  Indonesia harus segera bisa membuat produk Minyak Ikan yang bisa mencerdaskan dan menyehatkan bangsa.

Menurutnya, Indonesia yang memiliki kekayaan ikan yang begitu besar seharusnya bisa memproduksi minyak ikan dengan kualitas yang sangat baik dibandingkan dengan minyak impor yang beredar saat ini. “Ikan-ikan tropis memiliki kandungan omega 3 yang tidak kalah baik dengan ikan-ikan subtropis, terlebih Indonesia merupakan negara yang kaya akan ikan,” tuturnya.Dr. Sugeng menyampaikan saat ini Indonesia  memproduksi minyak ikan  masih dalam skala pakan, belum menuju ke skala pangan. Padahal jika memproduksi minyak ikan untuk skala pangan harganya akan jauh lebih mahal. “Dapat dibandingkan minyak ikan skala pakan belum ada proses pemurnian harga jualnya hanya sekitar 17 ribu rupiah per kilogram, tapi jika setelah adanya proses pemurnian, menjadi minyak ikan, harga bisa mencapai 6 juta rupiah per kilogram,” imbuhnya.

Seperti sudah banyak kita ketahui minyak ikan sangat baik dikonsumsi untuk mencerdaskan otak, selain itu juga bisa mengatasi kepikunan, imunitas, rematik, melenturkan pembuluh darah dan banyak lagi manfaat lainnya.

Sejak Sekolah Dasar (SD), Sugeng memang sudah berprestasi terutama dalam bidang akademik. Hal tersebut terus berlanjut hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)  di daerah tempat kelahirannya yaitu Blitar, Jawa Timur. Melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI),  Sugeng menjadi mahasiswa IPB  di Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) FPIK dan lulus tahun 1996. Sementara untuk Pendidikan Magister ditempuh di Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, dan lulus tahun 2002.

Setelah menjadi dosen tetap di Departemen THP, dengan mengampu mata kuliah Teknologi Produk Tradisional Hasil Perairan (S-1), ia juga dipercaya menjadi bagian tim pengajar dari beberapa mata kuliah lainnya. Bidang ilmu yang menjadi keahliannya adalah mengenai kimia dan proses pengolahan minyak ikan.

Kiprahnya sebagai dosen pun cukup berjalan mulus, tidak sedikit  penelitian hibah bersaing dari DIKTI yang dilakukannya berkaitan dengan minyak ikan. Selain itu ia telah melakukan berbagai penelitian hibah bersaing DIKTI yang mengambil topik ikan laut dalam dan pemanfaatan chitosan sebagai pengawet alami. Selain itu, Dr. Sugeng juga menjabat beberapa jabatan struktural, diantaranya menjadi Wakil Dekan FPIK IPB sejak tahun 2012. Sebelumnya Dr Sugeng pernah menjabat sebagai Sekretaris Program Diploma Agroteknologi Hasil Perikanan (AHP), FPIK-IPB (2001-2002).

Sebelum diusung menjadi Dosen Berprestasi, Dr. Sugeng  juga  merupakan salah satu  penerima 100 inovasi Indonesia Paling Prospektif dari Kementerian Riset dan Teknologi RI pada tahun 2009. Ia juga menjadi penerima beasiswa Program Doktor Islamic Development Bank dengan nilai skor tertinggi dari Indonesia pada tahun 2007.

Dijelaskannya, kelebihan beasiswa ini adalah mahasiswa bebas memilih negara mana yang akan menjadi tujuan studi. Saat itu karena pertimbangan keluarga, Dr. Sugeng  memilih melanjutkan sekolah di Divisi Teknologi Pangan, School of Industrial Technology, Universiti Sains Malaysia  dan lulus pada tahun 2011.

Tidak hanya menjadi Dosen Terbaik ke-2 IPB, menjadi Peneliti Muda Terbaik pun pernah diraihnya, yaitu pada tahun 2005 dalam “Seminar Hasil Penelitian Dosen Muda” di IPB. Ia pun telah memiliki paten penelitian dengan nomor registrasi P00200600143 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada tahun 2006 karena hasil penemuannya terkait formula pengawet yang mengandung kitosan dan proses pembuatannya. Dr Sugeng juga sebagai pemilik paten terkait “Proses Pemurnian Minyak Ikan Sardin Menggunakan Kombinasi Perlakuan Sentrifugasi dan Adsorben Bentonit”.

Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Dr Sugeng telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di daerah untuk melakukan program pembinaan masyarakat dalam rangka pengembangan industri perikanan di daerah, dan telah mempublikasi karya ilmiah baik di level nasional maupun internasional. Dalam waktu dekat, ia akan memproduksi minyak ikan inovasinya tersebut melalui kerjasama dengan perusahaan minyak ikan yang berlokasi di Bali.(dh)

You may also like...