Upaya Sederhana Belajar Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga

Upaya Sederhana Belajar Manajemen Keuangan Keluarga

Berbicara mengenai manajemen keuangan keluarga maka Kita akan perlu membahas mengenai bagaimana mengelola biaya hidup. Penghasilan yang terbatas menjadi pemicu masalah dalam pengelolaan keuangan sebuah keluarga. Berbagai kebutuhan sukar untuk dipenuhi ditambah lagi dengan adanya kesulitan untuk menabung. Sehingga saat membutuhkan dana dalam jumlah yang besar dalam tempo yang singkat akan mengalami suatu kendala. Pengelolaan keuangan sebaiknya dilakukan sejak dini agar manfaatnya semakin terasa.

Membantu siapa saja untuk memaksimalkan usaha pengelolaan keuangan keluarga agar ke depannya tidak muncul masalah dari aspek finansial. Maka Kita bisa mengusahakan upaya berikut:

  1.  Menentukan biaya-biaya yang dikeluarkan,

Penghasilan yang didapatkan kemudian Kita kurang atau bagi dengan beberapa post biaya yang rutin dikeluarkan. Usahakan semuanya disesuaikan dengan kemampuan untuk kemudian menyusun post tersebut ke dalam amplop. Setiap amplop merupakan jenis biaya, jangan lupa pula menyediakan amplop untuk tabungan masa depan dan kebutuhan mendadak. Cara ini membantu pengelolaan keuangan secara bijak agar kebutuhan sekarang dan ke depan bisa terpenuhi.

  1. Membuka rekening di bank,

Membantu menyusun atau membangun dana tabungan untuk masa depan, baik sebagai dana pembelian rumah maupun pendidikan anak. Menjadi bagian yang sangat penting dan sebaiknya diperhitungkan sejak dini. Menabung untuk kebutuhan beberapa tahun mendatang ini akan meringankan beban kehidupan di masa depan. Sekaligus sebagai upaya merancang masa depan anak-anak menjadi lebih baik dan terjamin terpenuhi. Buka rekening secara khusus kemudian buat komitmen bersama pasangan agar dana di dalam rekening tidak diotak-atik.

  1. Kenalkan anak dengan pengelolaan uang,

Mengajari anak untuk menghargai uang dan menggunakannya secara bijak menjadi sebuah upaya yang penting. Ajari anak untuk mengelola keuangannya sendiri sejak berusia 2 atau 8 tahun sehingga terbiasa bertanggung jawab dengan pengeluaran yang dilakukan. Beri jatah uang, kemudian minta detail pengeluaran apa saja yang dikeluarkan olehnya. Apabila anak terbiasa berbelanja secara jujur maka ia akan mengenal manfaat uang secara lebih bijak. Ia pun akan terbiasa berbelanja dengan pertimbangan dan memahami pentingnya manajemen keuangan keluarga sejak usia dini.

You may also like...